inga'

iso-ga' iso seng penting belajar

Contoh Makalah Kejujuran

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menempuh jalan yang benar dan berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “KEJUJURAN DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN“

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada Rasulillah Muhammad SAW pemberi uswah (teladan) dan bimbingan tentang perlunya kita memiliki sifat jujur sekaligus mempraktekkannya dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari.

Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak, oleh karenanya dalam lembar muqaddimah ini, izinkan kami menyampaikan terima kasih banyak kepada;
1. Bapak Ali Mahsun selaku Guru pembimbing mapel Al-Qur’an Hadist yang senantiasa sabar dalam membina dan mengarahkan kami.
2. Semua anggota kelompok kami yang telah menuangkan pikiran dan mencurahkan tenaganya dalam penyusunan makalah ini.
3. Semua pihak terkait yang telah ikut andil membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.

Akhirnya kritik saran dari pembaca, dengan senag hati siap kami terima, semoga usaha penulisan makalah ini tidak sia-sia dan semoga Alloh SWT memberikan manfaat dan ridlaNya kepada kita semua. Amin.

Wassalam.

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Sampul dalam -
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah 3
B. Penegasan dan alas an mimilih Judul 3
C. Tujuan makalah 3

BAB II : ISI
A. Dalil Al-Qur’an 4
B. Dalil Hadist 4
C. Aplikasi Kejujuran 5

BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan 6
B. Saran-saran 6

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Manusia pada dasarnya ingin memperoleh hasil yang memuaskan dari setiap usaha yang mereka lakukan, mereka tidak ingin mengalami kegagalan dalam segala hal, usaha dhahir perlu dilakukan, usaha bathin juga perlu dilaksanakan, karena kita tau bahwa manusia hanya bisa berusaha, Allah SWT yang akan menentukan hasilnya.
Namun tidak sedikit dari manusia yang melanggar rambu-rambu agama, dalam melakukan usahanya mereka rela berdusta, mereka tidak jujur dalam berbuat dan berkata-kata, padahal itu adalah perbuatan tercela yang pastinya akan celaka dan kelak akan disiksa oleh Alloh SWT, Naudzubillahi min dzalik.

B. Alasan mimilih Judul
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka hal itulah yang menjadi alasan bagi kami untuk mengangkat tema kejujuran dengan judul “KEJUJUR DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN “

C. Tujuan makalah
Tujuan makalah ini kami tulis antara lain adalah
1. Untuk memenuhi tugas dari Guru Pembimbing mapel Al-Qur’an Hadist yang telah diembankan kepada kami.
2. Agar Kita dapat saling mengingatkan dan menyadarkan antara satu sama lain serta berfikir untuk hidup dan berkarya lebih baik lagi dengan modal kejujuran.
3. Semoga dari hasil pembahasan makalah ini semuanya mendapat dorongan untuk selalu bersikap jujur yakni kepada Alloh SWT, Orang tua, Guru, teman dan pada lingkungan.

BAB II
ISI MAKALAH

A. DALIL AL-QUR’AN
Dalam AlQur’an telah di sebutkan beberapa ayat tentang kejujuran antara lain adalah:
1. Surat Al-Anfal ayat 58

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

2. Surat An-Nahl ayat 105

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta.

3. Surat At-Taubah ayat 119

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur (benar)

B. DALIL AL-HADIST
Dalam Hadist Nabi Juga dimuat (dijelaskan) tentang kejujuran, antara lain adalah ;
1. Hadist Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud RA
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلعم قال : ان الصدق يهدى الى البر وان البر يهدى الى الجنة وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا ان الكذب يهدى الى الفجور وان الفجور يهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا { متفق عليه }
Artinya:
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW, Beliau bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Alloh sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan(kemaksiatan) dan keburukan itu membawa ke neraka dan orang yang membiasakan dirinya berdusta sehingga ia tercatat disisi Alloh sebagai pendusta. (HR. Bukhari Muslim)

2. Hadist dari Abi Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA
عن ابى محمد الحسن بن على بن ابى طالب رضي الله عنهما قال : حفظت من رسول الله صلعم دع ما يريبك الى ما لا يريبك , فان الصدق طمأنينة والكذب ريبة { رواه الترمذى}
Artinya:
Abi Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA, Ia berkata; Saya hafal (hadist) dari Nabi SAW, “ Tinggalkan sesuatu yang meragukan pada sesuatu yang tidak meragukan, maka sesungguhnya jujur adalah ketenangan(hati) dan dusta adalah keraguan(hati)”. (HR Turmudzi)
C. APLIKASI KEJUJURAN
Kejujuran memang tidak bersifat kondisional tetapi menghujam di dasar hati. Waliyullah Al-junaid Al-Bagdady berkata, “ Inti kejujuran adalah bahwa engkau berkata jujur di wilayah yang bila orang berkata jujur, ia tidak akan selamat kecuali berdusta”
Berkata jujur atau menyampaikan kebenaran adalah akhlaq para Nabi, orang suci, orang saleh, Nabi Muhammad pernah ditanya sahabatnya; “ Mungkinkah seorang muslim berzina? ” Beliau menjawab “Mungkin saja sekali-kali” , Beliau ditanya lagi “mungkinkah seorang muslim berbohong ?“ Beliau berkata “Tidak mungkin” kemudian Nabi SAW membaca Ayat Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 105 – sebagaimana yang telah kami tulis di atas pada dalil Al-Qur’an -
Kejujuran harus dilatih mulai dari sekarang, dari dimana kita sekarang memijakkan kaki kita, sekarang kita sekolah maka taati peraturan sekolah, kita di pondok pesantren mari kita taati peraturan Pesantren, kita hidup di tengah masyarakat mari kita taati peraturan yang berlaku di masyarakat, kita sebagai warga Negara Indonesia mari kita taati Undang- Undang NKRI. Dalam mentaati semua itu perlu kejujuran, karena kejujuran adalah salah satu sifat Rasul SAW yang terpuji dan terbukti merupakan kunci kesuksesan dakwah Beliau, Sebaik apapun administrasi dan manajemen yang dijalankan, faktor kejujuan merupakan ujung pangkal kesuksesan
Di dunia pendidikan dengan sistem karantina (yakni di pesantren) yang sarat aturan, seorang siswa atau santri ditempa (dilatih) untuk senantiasa jujur kepada dirinya sendiri dengan mentaati peaturan yang ada, karena peraturan yang berlaku bukan untuk mengekang kebebasan siswa atau santri tersebut, justru pada hakikatnya peraturan tersebut dibentuk untuk mewujudkan kepribadian yang jujur, amanah dan melatih kedisiplinan sebagai bekal kelak hidup di masyarakat.
Janganlah berbohong !, Akibat bohong, kita kehilangan kekuatan komunikasi karena kita tidak bicara dengan sepenuh hati, secara samar-samar, orang lain mendeteksi kebohongan kita . Tanpa disengaja, mereka tidak akan mendengarkan kita. Jika kita menyampaikan kebenaran, orang pasti akan mendengarkan kita. Apabila kita berbohong, berarti kita telah menghianati kepercayaan orang itu, pada akhirnya kita akan mendapat serangan balik yang mematikan, tidak seorangpun yang mau lagi percaya pada kita, hingga kita susah sendiri. Naudzubillah min al kadzbi
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
JUJUR – OK >< DUSTA – NO

B. SARAN-SARAN
Melalui makalah ini kami sampaikan juga beberapa saran yakni;
1. Akui dan Jujurlah bahwa Alloh Tuhan kita, kita adalah hambanya maka marilah kita beribadah dengan sepenuh jiwa, ikhlas hanya karena mengharap ridla-Nya
2. Mari kita berusah Jujur dalam segala hal dan keadaan, jangan sampai kita terprofokasi ungkapan “ yang jujur ga’ makan”, itu tidak benar. Yakinlah bahwa yang member rizki bukan manusia tapi Alloh SWT.
3. Hindarilah sifat dusta karena itu merupakan awal dari kehancuran umat manusia.

Alhamdulillah dengan penuh rasa syukur berkat rahmat Allah, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dari awal sampai akhir dengan baik dan kami juga berterimakasih banyak pada guru pembimbing yang telah memberikan arahan kepada kami pada jalan kebenaran dan penuh wawasan
Manusia diciptakan Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, kekurangan manusia dapat ditutupi dengan kelebihannya, misalnya kecakapan atau kepandaiannya dalam mengolah kata
Dari itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila tugas kami ini dari awal sampai akhir masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan.
Semoga apa yang kami tulis dalam makalah ini bermanfaat bagi semua orang terutama bagi umat islam khususnya kita semua, Amin Amin
Wassalam.

Penyusun

About these ads

Filed under: Uncategorized,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.